Kerajinan gula merah merupakan salah satu kearifan lokal yang masih bertahan di Kecamatan Kuwus dan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, khususnya di Desa Sompang Kolang.B
Berkat usaha tersebut, selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga mengantarkan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan.
Kawasan perbukitan lembah Kolang tumbuh subur ratusan pohon enau atau aren. Ada pun salah satu jenis produksi gula merah khas Desa Sompang Kolang adalah gola rebok atau gula semut.
Dikatakan gola rebok karena masyarakat setempat meraciknya khusus untuk dicampur dengan pangan lokal yang bernama rebok. Asal nama gola rebok terinspirasi dengan kemasan kuliner rebok.
Dulu para perajin gola kolang membungkus gula merah dalam bentuk batangan. Orang Kolang menyebutnya gola rokot atau gola yang dibungkus dengan daun enau kering.
Seiring dengan perkembangan zaman, gola rebok ini agak susah ditemukan karena selain pohon enau yang kian punah juga karena harga jual yang tidak mengimbangi biaya produksinya.
Berangkat dari keprihatinan akan kondisi tersebut membuka mata anak muda Desa Sompang Kolang untuk melakukan inovasi penjualannya ke dalam bentuk kemasan yang menarik guna menaikkan harga jual dan memperluas jangkauan pasar.
Tahun 2017 mereka melakukan kemitraan dengan Pemerintah Desa Sompang Kolang, dan terbentuklah UKM Kolarek BUMDES Sompang Kolang dan produksi gula merah ini sebagai produk unggulan Bumdes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar